10 hari di negeri malaikat selatan
October 14th, 2008 by iamuazwaktunya untuk pulang untuk kembali ke tanah air, kembali rumah dan kembali bekerja. huh waktu terasa cepat sekali padahal perasaan baru kemarin aku menginjakan kaki disini dan mereguk dinginnya dan kini aku harus bergegas lagi. aku masih ingin berlama-lama disini lantaran visa ku masih cukup lama untuk tinggal disini beberapa bulan. tapi yasudalah…
sementara mama masih menangis tersengal karena sedih akan meninggalkan ke 2 anak perempuan nya hidup disini, di negara orang, jauh dan tanpa tersentuh. terutama dinda anak bontotnya. dan ayah hanya tersenyum coba menenangkan keadaan yang ada. semua itu bak sandiwara nyata. seperti di sinetron yang ada di televisi indonesia.
namun aku seakan tak peduli pada pertunjukan. mata ku terbelak-lak melihat hiruk pikuk bandara. bukan nya tak mau peduli tapi hanya tidak mau juga ikut terlarut dalam kesedihan. karena ku tahu pasti ku kan merindukan mereka, merindukan semua juga tempat ini meski hanya 10 hari.
bayangkan kakaku nisa sudah meningalkan mama sejak 4 tahun yang lalu. berjuang di negeri aborigin ini sendiri dengan hasil kerja kerasnya dan menjadi kebanggaan mama dan ayah. dan sesekali pulang ke indonesia. juga dinda. tahun lalu dia 6 bulan di Kuala Lumpur Malaysia. dan lewat 4 bulan ini terbang ke New South Wales menyusul kakak perempuannya.
semuanya overseas minded. hehehe itu pun atas dorongan mama yang selalu penuh semangat mendorong anak nya untuk tetap berjuang untuk lebih baik dari orang tuanya. meggelora, mengebu-gebu dan berapi-api.
“hidup itu harus lebih baik, biar tidak diremeh kan dan biar bisa banyak beramal” itu motto hidupnya yang selalu di tanamkan pada anak2 nya juga termasuk aku.
meski aku masih aja berkutat dengan jakarta yang sesak. bukan tidak overseas minded. aku sudah pernah berencana untuk mengembara di UEA dubai. keinginan ku pun menggebu namun apa daya ayah tidak mengizinkan. ayah lebih senang aku untuk jadi PNS (Pegawai Ngeri Sipil) dan berada di dekat mereka. menjaga mama. ya aku ikuti keinginan nya untuk saat ini, meski aku tidak tahu apa yang kan terjadi nanti.
ayah sudah memanggil kita. waktu nya untuk pulang karena sebentar lagi pesawat berangkat. mama pun menyudahi nya. dan kita bergegas masuk menuju ruang imigrasi australia.
aku tahu aku pasti akan merindukan kota ini. sudut bagunan. sudut cerita dalam perjalana panjang untuk menjadi lebih baik. mulai dari bandara, penrith, lakemba, katoomba, wollonggong, snowy mount, perkantoran king cross, hiruk pikuk central station, damainya bondi, darling harbor, harbor bridge, opera house, train dan sudut-sudut kota lainya yang sangat membuatku jatuh cinta.
juga nisa, dinda, kang zainal yang kini sudah bergabung dalam keluarga kecil kami, selamat bergabung kang, om ipul, tante neti, ka feri, misbah-rahmi, ka doni yang dah mau sibuk, abi-umi dan anak nya yang cantik2 :D, tante beti-erin atas jalan2 dan sepatunya, michell dan ibunya yang menemani pada perjalanan ke snowy, dan yang terakhir si pejaga toko esprit di bondi mall hehehe.
aku pasti merindukan kalian….dan aku pasti kan menyapa mu suatu saat nanti,,